Category: Berita Utama

  • Prodi Magister Pendidikan Dasar FKIP UPY Raih Akreditasi Unggul dari LAMDIK

    Prodi Magister Pendidikan Dasar FKIP UPY Raih Akreditasi Unggul dari LAMDIK

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Program Studi Magister Pendidikan Dasar (S2 Dikdas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPY resmi meraih Akreditasi Unggul berdasarkan Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Nomor 293/SK/LAMDIK/Ak/M/III/2026.

    Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen UPY dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya dalam mencetak tenaga pendidik profesional dan akademisi yang kompeten di bidang pendidikan dasar.

    Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar FKIP UPY, Dr. Ahmad Agung Yuwono Putro, SE, S.Pd, M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan meraih akreditasi unggul merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi seluruh sivitas akademika UPY.

    “Akreditasi Unggul ini merupakan hasil dari komitmen bersama seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta dukungan pimpinan universitas dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Prodi Magister Pendidikan Dasar. Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar di Indonesia,” ungkapnya.

    Menurutnya, Program Studi Magister Pendidikan Dasar FKIP UPY selama ini terus berupaya mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan nasional serta dinamika pembelajaran di sekolah dasar. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk menghasilkan penelitian yang aplikatif dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di tingkat dasar.

    Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa akreditasi unggul ini merupakan wujud dari konsistensi UPY dalam menjaga kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang keguruan dan kependidikan.

    “Prestasi ini menunjukkan bahwa Universitas PGRI Yogyakarta terus bergerak maju dalam meningkatkan kualitas akademik dan tata kelola pendidikan tinggi. Kami berharap Prodi Magister Pendidikan Dasar dapat terus melahirkan lulusan yang inovatif, profesional, serta mampu berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia,” ujar Prof. Paiman.

    Dengan diraihnya akreditasi unggul ini, Program Studi Magister Pendidikan Dasar FKIP UPY diharapkan semakin dipercaya masyarakat sebagai pilihan studi lanjut bagi para pendidik yang ingin meningkatkan kompetensi akademik dan profesionalnya.

    Ke depan, FKIP UPY berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kolaborasi penelitian, serta memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan guna mendukung pengembangan pendidikan dasar yang berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia.

  • Kuliah di Bulan Ramadan: Tetap Produktif, Tetap Semangat, Tetap Waras

    Kuliah di Bulan Ramadan: Tetap Produktif, Tetap Semangat, Tetap Waras

    Bulan Ramadan selalu punya cerita. Dari bangun sahur dengan mata setengah terbuka, menahan godaan kantin kampus, sampai perjuangan fokus di kelas jam 13.00 yang rasanya seperti ujian iman dan konsentrasi sekaligus.

    Namun satu hal yang pasti: Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kualitas diri. Justru sebaliknya, ini momentum untuk melatih disiplin, manajemen waktu, dan ketahanan mental.

    📚 Puasa dan Produktivitas: Apa Kata Fakta?

    Secara ilmiah, puasa yang dilakukan dengan pola makan sahur dan berbuka yang seimbang tidak menurunkan fungsi kognitif secara signifikan pada individu sehat. Beberapa studi menunjukkan bahwa tubuh beradaptasi dalam beberapa hari pertama, dan setelah itu ritme energi menjadi lebih stabil.

    Artinya?
    Kalau terasa lemas di awal Ramadan, itu normal. Tapi bukan berarti satu bulan penuh harus “mode hemat energi”.

    Kuncinya ada di:

    • Kualitas tidur
    • Asupan nutrisi saat sahur dan berbuka
    • Pengaturan jadwal belajar

    ⏰ Strategi Bertahan di Kelas (Tanpa Terlihat Seperti Zombie)

    Mari jujur: tantangan terbesar kuliah saat Ramadan bukan hanya lapar, tapi kantuk.

    Beberapa tips realistis:

    1. Maksimalkan waktu pagi
    Jika memungkinkan, manfaatkan waktu setelah sahur atau setelah Subuh untuk membaca materi. Otak masih segar, notifikasi belum terlalu ramai.

    2. Jangan balas dendam saat berbuka
    Berbuka itu sunnahnya sederhana. Kalau terlalu berat, kelas besok bisa berubah jadi sesi “menahan kantuk nasional”.

    3. Power nap itu sah-sah saja
    Tidur 20–30 menit siang hari bisa membantu konsentrasi. Bukan tidur 2 jam lalu bangun menjelang Maghrib ya. Itu namanya pindah shift.

    🧠 Ramadan = Latihan Manajemen Diri

    Ramadan sebenarnya adalah “bootcamp karakter” tahunan:

    • Belajar disiplin waktu
    • Mengontrol emosi
    • Mengatur prioritas
    • Menahan diri (termasuk dari scroll media sosial berlebihan)

    Jika selama Ramadan kita mampu tetap hadir di kelas, menyelesaikan tugas tepat waktu, dan aktif berdiskusi, itu artinya kita sedang melatih ketahanan mental dan profesionalisme sejak mahasiswa.

    🤝 Momentum Empati dan Kebersamaan di Kampus

    Ramadan juga menghadirkan suasana kampus yang berbeda:

    • Buka puasa bersama
    • Kajian atau diskusi keagamaan
    • Aksi sosial mahasiswa

    Ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi kesempatan membangun empati dan solidaritas. Kampus bukan hanya ruang akademik, tapi juga ruang pembentukan karakter.

    🌙 Tetap Semangat, Karena Ini Bukan Bulan Pause

    Sering kali muncul pikiran:
    “Ya sudah, Ramadan santai saja dulu.”

    Padahal justru Ramadan adalah bulan refleksi dan peningkatan diri. Banyak tokoh besar dalam sejarah Islam justru mencatatkan prestasi penting di bulan ini. Artinya, kondisi berpuasa bukan penghalang untuk berkarya.

    Kalau bisa tetap produktif saat puasa, apalagi saat tidak puasa nanti?

    Produktif Tanpa Kehilangan Makna

    Kuliah di bulan Ramadan memang punya tantangan tersendiri. Tapi dengan pengelolaan waktu, pola hidup sehat, dan niat yang kuat, mahasiswa tetap bisa berprestasi tanpa kehilangan makna spiritualnya.

    Karena sejatinya, semangat itu bukan soal perut penuh atau kosong.
    Tapi soal tujuan yang jelas dan komitmen yang dijaga.

    Selamat menjalani Ramadan.
    Tetap fokus, tetap berproses, dan tetap jadi mahasiswa yang bukan hanya cerdas, tapi juga berkarakter.

  • Program PPG UPY Gelar Matrikulasi Komprehensif, Hadirkan Pakar Pendidikan dan Terapkan Pembelajaran Hybrid

    Program PPG UPY Gelar Matrikulasi Komprehensif, Hadirkan Pakar Pendidikan dan Terapkan Pembelajaran Hybrid

    Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyelenggarakan kegiatan matrikulasi dengan kurikulum yang disusun secara komprehensif dan terstruktur. Berdasarkan jadwal akademik yang telah dirilis, matrikulasi tahun ini dirancang untuk memperkuat kesiapan akademik dan profesional mahasiswa PPG Calon Guru sebelum memasuki tahapan pembelajaran inti.

    Kurikulum matrikulasi mencakup dua rumpun utama, yakni Bidang Studi Umum yang wajib diikuti seluruh peserta serta Bidang Studi Khusus Bimbingan dan Konseling (BK).

    Pada Bidang Studi Umum, mahasiswa mendapatkan penguatan wawasan mengenai isu-isu strategis pendidikan nasional. Koordinator PPG UPY, Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd., mengampu materi “Dinamika Kurikulum Pendidikan Indonesia” yang membahas arah kebijakan dan perkembangan kurikulum nasional terkini. Materi ini bertujuan memberikan perspektif komprehensif mengenai transformasi kebijakan pendidikan yang harus dipahami calon guru.

    Selanjutnya, materi “The Art of Teaching: Dari Teori ke Praktik” disampaikan oleh Selly Rahmawati, M.Pd., yang menekankan pentingnya integrasi antara landasan teoretis dan praktik pembelajaran di kelas. Sementara itu, Dr. Danuri, M.Pd. membawakan materi “Mengenal Murid Secara Holistik”, guna memperkuat pemahaman peserta terhadap karakteristik, kebutuhan, dan perkembangan peserta didik secara menyeluruh.

    Adapun pada Bidang Studi Khusus Bimbingan dan Konseling, materi difokuskan pada penguatan kompetensi profesional konselor. Dr. Eko Perianto, M.Si. menyampaikan materi “Pengantar BK” yang mencakup asas, prinsip, fungsi, serta landasan Bimbingan dan Konseling. Materi ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa BK dalam memahami peran strategis guru BK di satuan pendidikan.

    Pendalaman kompetensi dilanjutkan melalui materi “Keprofesian BK” yang dibawakan oleh Dr. Iis Lathifah, M.Pd.. Pada sesi ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam terkait kode etik, standar layanan, serta tanggung jawab profesional yang harus dijunjung tinggi oleh guru BK.

    Untuk menunjang efektivitas pembelajaran, PPG UPY menerapkan metode hybrid yang fleksibel. Peserta mengikuti sesi tatap muka daring secara synchronous melalui video conference, kemudian melanjutkan pendalaman materi secara asynchronous melalui Learning Management System (LMS). Model ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang adaptif sekaligus mendorong kemandirian akademik mahasiswa.

    Melalui matrikulasi yang terstruktur dan berbasis kebutuhan kompetensi ini, PPG UPY berharap seluruh mahasiswa Calon Guru memiliki kesiapan mental, pedagogik, dan profesional yang optimal. Program ini menjadi langkah awal dalam mencetak generasi pendidik yang unggul, adaptif terhadap dinamika pendidikan, serta berkomitmen pada kualitas layanan pembelajaran di Indonesia.

  • Mahasiswa KKN UPY Tanam 100 Bibit Akar Wangi, Perkuat Mitigasi Longsor di Lereng Samigaluh

    Mahasiswa KKN UPY Tanam 100 Bibit Akar Wangi, Perkuat Mitigasi Longsor di Lereng Samigaluh

    Ancaman tanah longsor di kawasan perbukitan Kapanewon Samigaluh kembali menjadi perhatian. Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 41 Kelompok 20 Universitas PGRI Yogyakarta menginisiasi program mitigasi bencana berbasis lingkungan di Padukuhan Tulangan, Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.

    Pada 26 Januari 2026, mahasiswa bersama Karang Taruna Padukuhan Tulangan menanam 100 bibit akar wangi (vetiver) di sejumlah titik lereng yang dinilai paling rentan terhadap erosi dan longsor. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pembangunan desa tangguh bencana.

    Padukuhan Tulangan yang berada di wilayah perbukitan memiliki kontur tanah miring dengan curah hujan relatif tinggi saat musim penghujan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko erosi dan longsor, sehingga diperlukan langkah preventif yang berkelanjutan.

    Akar wangi dipilih karena memiliki sistem perakaran yang kuat dan tumbuh vertikal ke bawah hingga kedalaman tertentu. Karakter ini efektif dalam mengikat tanah, mengurangi laju erosi, serta membantu menstabilkan struktur lereng. Di berbagai wilayah, vetiver telah terbukti menjadi solusi konservasi tanah berbasis vegetatif yang ramah lingkungan dan ekonomis.

    Kegiatan penanaman dilakukan secara gotong royong antara mahasiswa, perangkat padukuhan, dan anggota Karang Taruna. Kolaborasi ini mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung dan berkelanjutan.

    Dukuh Tulangan, Budiyanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai relevan dengan kebutuhan wilayahnya.

    “Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN UPY 41 Kelompok 20. Wilayah kami berada di lereng perbukitan yang rawan longsor, sehingga penanaman akar wangi ini menjadi langkah preventif yang sangat baik. Kami berharap tanaman ini dapat dirawat bersama dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

    Ketua Karang Taruna Padukuhan Tulangan, Kris Hindarto, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan desa.

    “Sebagai generasi muda, kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat lingkungan desa. Kegiatan ini menjadi motivasi bagi kami untuk lebih peduli terhadap kondisi alam sekitar. Kami siap mendukung dan merawat tanaman akar wangi ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua KKN UPY 41 Kelompok 20, Farroza Titis Ramazaan, menekankan bahwa pelibatan Karang Taruna merupakan strategi keberlanjutan program.

    “Kami tidak hanya ingin menjalankan program selama masa KKN, tetapi juga memastikan adanya keberlanjutan setelah kegiatan ini selesai. Dengan melibatkan Karang Taruna sebagai generasi penerus desa, kami berharap kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan dapat terus tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

    Selain berfungsi sebagai tanaman konservasi untuk mitigasi bencana, akar wangi juga memiliki potensi ekonomi. Tanaman ini dapat diolah menjadi produk bernilai jual seperti minyak atsiri dan aromaterapi, sehingga membuka peluang pemberdayaan masyarakat di masa mendatang. Langkah sederhana menanam 100 bibit akar wangi di lereng perbukitan Padukuhan Tulangan menjadi simbol komitmen membangun ketahanan desa dari akar rumput. Upaya ini diharapkan menjadi awal penguatan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya mitigasi bencana berbasis lingkungan, demi terciptanya desa yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.

  • Mahasiswa KKN UPY Gagas Program Pengolahan Limbah Jadi Pupuk Organik Cair di Kulon Progo

    Mahasiswa KKN UPY Gagas Program Pengolahan Limbah Jadi Pupuk Organik Cair di Kulon Progo

    Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 41 Kelompok 43 dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menginisiasi program peduli lingkungan di Dusun Jumblangan Barat, Kalurahan Banjarsari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Program tersebut berfokus pada pengelolaan limbah rumah tangga melalui pembuatan pupuk organik cair (POC) dari sisa bahan dapur.

    Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik pembuangan sisa makanan secara langsung tanpa proses pengolahan, yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta menghilangkan nilai guna limbah organik. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa KKN menghadirkan solusi aplikatif yang mudah diterapkan masyarakat tanpa memerlukan peralatan khusus maupun biaya besar.

    Ketua Kelompok 43 menjelaskan, program ini dirancang untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah berbasis rumah tangga yang berkelanjutan. “Kami ingin menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata, sehingga masyarakat dapat mengolah limbah dapur menjadi sesuatu yang bernilai guna,” ujarnya.

    Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan sosialisasi mengenai jenis-jenis limbah organik, seperti sisa sayuran, kulit buah, dan bahan dapur lainnya yang dapat difermentasi menjadi pupuk organik cair. Warga juga mendapatkan pendampingan langsung mulai dari proses pengumpulan bahan, tahap fermentasi, hingga cara penggunaan POC pada tanaman pekarangan.

    Program ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama warga yang memiliki kebun dan tanaman pekarangan. Selain membantu mengurangi volume limbah rumah tangga, penggunaan pupuk organik cair dinilai mampu meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman tanpa ketergantungan pada pupuk kimia.

    Lebih dari sekadar pengelolaan sampah, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif. Upaya ini juga sejalan dengan penguatan pertanian ramah lingkungan berbasis rumah tangga yang mendukung ketahanan pangan lokal.

    Ke depan, program pengolahan limbah rumah tangga ini diharapkan dapat berkelanjutan dengan dukungan pemerintah kalurahan serta partisipasi aktif masyarakat. Mahasiswa KKN UPY Kelompok 43 menilai, jika dikelola secara konsisten, pembuatan pupuk organik cair berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomis.

    Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa UPY menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial. Sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa menjadi langkah konkret dalam menjawab persoalan lingkungan secara kolaboratif dan berkelanjutan.

  • Beasiswa YP UPY – Alumni SMA PGRI Seluruh Indonesia

    Beasiswa YP UPY – Alumni SMA PGRI Seluruh Indonesia

    Berikut informasi Beasiswa Yayasan Pembina Universitas PGRI Yogyakarta untuk seluruh Alumni SMA PGRI di seluruh Indonesia

    Selengkapnya unduh file dibawah ini

    Informasi Beasiswa Pendidikan
    SK-Program Beasiswa PGRI 2026

  • UPY Percepat Penguatan Akademik Lewat Doktor Baru di Bidang PPKn

    UPY Percepat Penguatan Akademik Lewat Doktor Baru di Bidang PPKn

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperkuat kualitas sumber daya manusia akademiknya dengan bertambahnya dosen bergelar doktor. Dr. T. Heru Nurgiansah, M.Pd resmi menyandang gelar doktor dan kini memperkuat jajaran dosen pada Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

    Capaian ini menjadi bagian dari komitmen UPY dalam meningkatkan mutu akademik dan memperkokoh pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan karakter dan kewarganegaraan. Kehadiran dosen bergelar doktor diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan dinamika sosial dan kebangsaan.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut.
    “Bertambahnya dosen bergelar doktor merupakan langkah strategis dalam penguatan mutu akademik dan daya saing institusi. Bidang PPKn memiliki peran penting dalam membangun karakter kebangsaan. Kami berharap capaian ini semakin mendorong inovasi pembelajaran dan penelitian yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

    Sebagai dosen Program Studi PPKn, Dr. T. Heru Nurgiansah, M.Pd diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan kajian pendidikan kewarganegaraan, penguatan nilai-nilai Pancasila, demokrasi, dan konstitusi, serta pembinaan mahasiswa sebagai calon pendidik yang profesional dan berintegritas.

    Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, Universitas PGRI Yogyakarta semakin menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul, inovatif, dan berorientasi pada penguatan karakter bangsa melalui pendidikan tinggi yang berkualitas.

  • UPY Kukuhkan 659 Guru Profesional, Tegaskan Komitmen Cetak Pendidik Adaptif dan Beretika

    UPY Kukuhkan 659 Guru Profesional, Tegaskan Komitmen Cetak Pendidik Adaptif dan Beretika

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperkokoh komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional dengan menggelar Pengukuhan dan Sumpah Profesi Guru bagi Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2025. Prosesi khidmat tersebut dilaksanakan pada Kamis (15/1/2026) di Auditorium UPY.

    Sebanyak 659 mahasiswa Program Studi PPG resmi menyandang gelar guru profesional setelah menuntaskan seluruh rangkaian pendidikan dan uji kompetensi. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, dengan 70 peserta hadir secara luring di auditorium dan 589 peserta lainnya mengikuti prosesi secara daring. Dengan tambahan lulusan ini, total alumni PPG FKIP UPY kini mencapai 3.653 orang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

    Dalam laporannya, Koordinator Prodi PPG UPY, Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa pengukuhan tahun ini mengusung tema “Menjadi Guru Profesional yang ADAPTIF dan Menjunjung Tinggi Etika Profesi Guru Indonesia.” Tema tersebut selaras dengan sosialisasi Permendikbudristek Nomor 67 Tahun 2024 terkait fasilitasi organisasi profesi guru.

    “Guru profesional harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, sekaligus menjaga etika profesi sebagai landasan utama dalam menjalankan tugasnya,” ungkapnya.

    Hadir sebagai narasumber utama, Pengawas Ahli Utama Balai Pendidikan Menengah (BALDIKMEN) Kota Yogyakarta, Dr. Reni Herawati, M.Pd.B.I., yang menekankan pentingnya integritas moral bagi seorang guru di era modern.

    “Beretika berarti menjadi Being Good and Being Smart. Guru yang adaptif adalah mereka yang responsif terhadap perubahan, fleksibel, inovatif, namun tetap menjunjung tinggi etika profesi,” ujar Dr. Reni. Ia juga mengingatkan bahwa teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memicu kreativitas pembelajaran, bukan menggantikan peran esensial guru di dalam kelas.

    Pada kesempatan tersebut, para lulusan juga dibekali pemahaman mengenai regulasi terbaru, termasuk Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Dr. Reni menekankan prinsip pembelajaran BBM, yakni Berkesadaran (proses belajar yang fokus dan terarah), Bermakna (relevan dengan kehidupan nyata), serta Menggembirakan (menciptakan suasana belajar yang positif).

    Acara ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY, Dr. Suhirman, M.Pd., yang memberikan apresiasi sekaligus motivasi kepada para lulusan. Ia mendorong para guru baru untuk terus berkolaborasi dan berkontribusi dalam transformasi pendidikan di daerah masing-masing.

    Rektor UPY beserta jajaran pimpinan universitas menyampaikan harapan agar para lulusan PPG mampu menjaga nama baik almamater serta menjadi agen perubahan yang menginspirasi, dengan semangat long-life learning dan dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan.

    Melalui pengukuhan ini, UPY kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang konsisten mencetak guru profesional, adaptif, dan berkarakter untuk mendukung kemajuan pendidikan Indonesia.

  • Doktor Baru di UPY, Prodi Bisnis Digital Kian Kompetitif

    Doktor Baru di UPY, Prodi Bisnis Digital Kian Kompetitif

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan bertambahnya dosen bergelar doktor. Dr. Murniady Muchran, S.E., M.M resmi menyandang gelar doktor dan memperkuat jajaran dosen pada Program Studi Bisnis Digital.

    Pencapaian tersebut menjadi bagian dari strategi UPY dalam memperkuat mutu akademik, khususnya pada bidang bisnis dan transformasi digital yang terus berkembang pesat. Kehadiran dosen bergelar doktor diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
    “Bertambahnya dosen bergelar doktor merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya saing institusi. Bidang bisnis digital membutuhkan penguatan keilmuan yang adaptif dan berbasis riset. Kami berharap kehadiran doktor baru ini dapat mendorong inovasi pembelajaran serta kolaborasi dengan dunia industri,” ujarnya.

    Sebagai dosen pada Program Studi Bisnis Digital, Dr. Murniady Muchran, S.E., M.M diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri digital, peningkatan kualitas riset di bidang manajemen dan bisnis berbasis teknologi, serta pembinaan mahasiswa dalam menghadapi era ekonomi digital.

    Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, Universitas PGRI Yogyakarta semakin memperkuat budaya akademik yang unggul, inovatif, dan berorientasi pada masa depan, sejalan dengan visi institusi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing global.

  • Komitmen Penguatan Mutu, UPY Tambah Dosen Bergelar Doktor di Prodi PBI

    Komitmen Penguatan Mutu, UPY Tambah Dosen Bergelar Doktor di Prodi PBI

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperkuat kualitas sumber daya manusia akademiknya dengan bertambahnya dosen bergelar doktor. Dr. Nafisah Endahati, M.Hum resmi menyandang gelar doktor dan memperkuat jajaran dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

    Pencapaian ini menjadi bagian dari komitmen UPY dalam meningkatkan mutu akademik serta memperkuat kapasitas tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris. Kehadiran dosen bergelar doktor diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
    “Bertambahnya dosen bergelar doktor merupakan langkah strategis dalam penguatan mutu akademik dan daya saing institusi. Kami terus mendorong dosen untuk meningkatkan kualifikasi akademik agar mampu memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas lulusan,” ujarnya.

    Sebagai dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Nafisah Endahati, M.Hum diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan inovasi pembelajaran bahasa, riset linguistik dan pendidikan bahasa Inggris, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global.

    Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, Universitas PGRI Yogyakarta semakin menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi institusi untuk menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.