Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menggelar UPY Fun Run 5K, sebuah ajang lari santai yang terbuka untuk masyarakat umum dan pelajar, bertempat di Kampus 1 UPY. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kolaboratif antar Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UPY.
Ajang yang berlangsung pada Minggu, 4 Mei 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan semangat sportivitas, membangun kebersamaan antarmahasiswa, serta mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Rute lari sejauh lima kilometer ini melibatkan berbagai lapisan peserta dari pelajar hingga masyarakat umum, yang antusias mengikuti kegiatan sejak pagi hari.
Wakil Dekan III FST, R. Hafid Hardiyanto, M.Pd, menyampaikan bahwa acara berjalan dengan lancar sesuai rencana, mulai dari registrasi peserta, pemanasan bersama, hingga sesi hiburan dan pembagian doorprize.
“Melihat antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak, kami berharap UPY Fun Run ini bisa menjadi agenda tahunan kampus yang tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat jejaring sosial di lingkungan UPY dan sekitarnya,” ujarnya.
Acara ini menjadi bukti nyata semangat kolaboratif mahasiswa UPY dalam menghidupkan kegiatan positif di lingkungan kampus, sekaligus menunjukkan peran aktif kampus dalam mengedukasi masyarakat melalui pendekatan yang menyenangkan dan inklusif.
Yogyakarta – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi swasta, LLDIKTI Wilayah V menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pada Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan yang diadakan di Yogyakarta ini diikuti oleh para pimpinan yayasan pengelola perguruan tinggi swasta dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah V, Bapak Tego Sudarto, S.E., M.M. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya profesionalisme dalam mengelola pendidikan tinggi swasta, serta menyampaikan arahan terkait regulasi yang perlu dipatuhi oleh badan penyelenggara.
“Sebagai pengelola perguruan tinggi swasta, kita harus berkomitmen untuk memenuhi standar nasional pendidikan tinggi. Tidak ada lagi ruang untuk cara-cara lama. Pengelolaan harus lebih profesional, akuntabel, dan tentu saja sesuai dengan peraturan yang ada,” tegas Bapak Tego.
Beliau juga mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, disebutkan bahwa penyelenggara pendidikan terdiri dari dua unsur, yaitu pemerintah dan masyarakat. Dalam hal ini, yayasan atau perkumpulan yang mengelola perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting, namun harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan transparansi.
Selain itu, Dr. (c). M. Rizky Aldila, S.H., M.Kn., dosen Universitas Pancasila yang juga ahli di bidang hukum kelembagaan, hadir sebagai narasumber. Beliau membagikan wawasan mendalam tentang aspek hukum dalam pendirian dan pengelolaan perguruan tinggi swasta, seperti status badan hukum, proses pendirian oleh yayasan, serta aturan yang terkait dengan pengelolaan aset dan unit usaha di lingkungan kampus. Penjelasan yang disampaikan sangat aplikatif dan mendorong peserta untuk aktif berdiskusi dan bertanya.
Kegiatan Bimtek ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dan diakhiri dengan ucapan terima kasih dari panitia atas antusiasme peserta yang sangat tinggi. Diharapkan, acara ini menjadi dorongan bagi pengelola perguruan tinggi swasta untuk terus berbenah, mematuhi regulasi yang ada, dan mengembangkan institusi mereka agar semakin berkualitas, terpercaya, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan adanya kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah V berharap perguruan tinggi swasta di Yogyakarta dapat lebih siap menghadapi tantangan dan berperan lebih besar dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
YOGYAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Seminar Kesehatan Nasional dan Donor Darah pada Kamis, 15 Mei 2025, bertempat di Auditorium UPY. Acara ini terlaksana berkat kerja sama antara BEM KM UPY, Dinas Kesehatan (DINKES), dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen UPY, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Seminar ini menjadi gebrakan baru yang pertama kalinya diselenggarakan di UPY dengan fokus utama pada isu kesehatan.
“Ini merupakan kegiatan perdana di Universitas PGRI Yogyakarta yang secara khusus membahas isu kesehatan. Sebuah langkah penting yang patut diapresiasi,” ungkap salah satu dosen yang hadir.
Pelaksanaan acara didasari oleh keprihatinan terhadap gaya hidup mahasiswa yang dinilai belum mencerminkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat. Selain itu, tingkat partisipasi mahasiswa sebagai pendonor darah masih tergolong rendah di Indonesia.
Acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Seminar menghadirkan pembicara-pembicara kompeten di bidang kesehatan, sementara kegiatan donor darah dilaksanakan secara bersamaan di lokasi acara. Para peserta terlihat aktif mengikuti sesi demi sesi dengan semangat yang tinggi.
Harapannya, melalui kegiatan ini, mahasiswa dan peserta lainnya dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan serta mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, diharapkan mereka juga terdorong menjadi pendonor darah aktif sebagai bentuk kontribusi nyata bagi sesama.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi awal dari gerakan sadar kesehatan di kalangan mahasiswa. Semoga para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat dan terus peduli terhadap kesehatan pribadi maupun lingkungan,” ujar Wida, Ketua BEM KM UPY.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan bangga mengumumkan bahwa sejumlah jurnal ilmiah yang dikelola oleh universitas telah resmi terakreditasi dalam Sistem Indeksasi Nasional (SINTA) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen UPY dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan melalui publikasi ilmiah yang berkualitas dan diakui secara nasional. Keberadaan jurnal-jurnal terakreditasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi akademik institusi, tetapi juga memberikan wadah yang kredibel bagi para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil riset mereka.
“Kami mendorong seluruh civitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta untuk memanfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin, serta terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan ilmu pengetahuan,” ujar Prof. Dr. Ir Paiman, M.P, Rektor UPY saat ditemui di gedung rektorat.
Untuk mendukung semangat publikasi ilmiah yang berkelanjutan, UPY juga terus melakukan pembaruan dan peningkatan kualitas jurnal, sekaligus menyosialisasikan pentingnya publikasi bereputasi kepada seluruh elemen akademik.
Yogyakarta, 10 Mei 2025 – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bekerja sama dengan Global Citizenship Education Corporation Center (GCC) Indonesia sukses menyelenggarakan Webinar Series #2 bertema “Menenun Nilai Global Dalam Kearifan Lokal untuk Kebudayaan Berkelanjutan”, yang berlangsung di Auditorium UPY serta disiarkan secara daring, Sabtu (10/5).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan, termasuk Ketua PGRI DIY, Kepala Sekolah jenjang SD, SMP, dan SMK se-Kota Yogyakarta, para pendidik, akademisi, serta perwakilan sekolah mitra.
Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, MP., menegaskan bahwa pendidikan global saat ini menuntut pendekatan holistik yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pembangunan karakter, empati, dan kemampuan hidup berdampingan. “Inilah semangat dari pendekatan GCC—pendidikan untuk warga dunia yang tidak tercabut dari akar lokal dan globalnya,” ujar Prof. Paiman.
Lebih lanjut, Prof. Paiman menyampaikan bahwa penerjemahan nilai-nilai global dalam konteks lokal adalah kunci untuk memastikan pendidikan relevan dengan kehidupan nyata peserta didik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada GCC Indonesia, Dinas Pendidikan, para kepala sekolah, dan guru yang terlibat dalam inisiatif ini. UPY, tambahnya, berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari gerakan pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa.
Wakil Rektor III UPY, Assoc. Prof. Dr. Septian Aji, M.Pd, hadir sebagai narasumber utama dalam webinar ini dan menyampaikan materi mengenai pentingnya menenun nilai global dalam kearifan lokal sebagai landasan kebudayaan berkelanjutan.
Sementara itu, Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., Direktur GCC Indonesia, memaparkan profil dan capaian GCC Indonesia yang telah menyelenggarakan kegiatan serupa di berbagai kota. Ia juga memimpin sesi metodologi pengembangan sekolah model Global Citizenship Education (GCED) untuk jenjang SD, didampingi oleh Prof. Dr. Danny Meirawan, M.Pd. untuk jenjang SMP dan Prof. Ace Suryadi, M.Sc., Ph.D. untuk jenjang SMA.
Pada akhir kegiatan, masing-masing kepala sekolah yang hadir juga menyusun rencana aksi yang akan dikoordinasikan dengan para fasilitator di jenjang masing-masing. Hal ini menjadi langkah nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai GCED secara kontekstual, efektif, dan terstruktur di sekolah masing-masing. Webinar ini menjadi momen penting dalam memperkaya wawasan dan praktik pembelajaran para guru di era pendidikan global, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal sebagai fondasi budaya bangsa.
Dunia pendidikan sedang bergerak cepat, kadang terasa terlalu cepat. Teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), kini bukan lagi sekadar pelengkap pembelajaran, teknologi AI sudah menjadi bagian dari ruang kelas, kurikulum, bahkan cara guru dan siswa berinteraksi. Di satu sisi, ini adalah kemajuan yang luar biasa. Namun di sisi lain, kita juga dihadapkan pada tantangan besar yang perlu dihadapi dengan bijak dan manusiawi.
1. Kesenjangan Akses Teknologi
Tidak semua siswa lahir di lingkungan yang punya akses ke internet stabil, laptop, atau gadget canggih. Ketika sekolah-sekolah mulai mengadopsi pembelajaran berbasis AI atau platform digital, mereka yang berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) bisa tertinggal jauh. Ini menciptakan kesenjangan baru “digital divide” yang bukan hanya soal perangkat, tapi juga soal kesempatan. Pendidikan yang ideal seharusnya inklusif. Ketika teknologi mempercepat sebagian, kita harus memastikan tak ada yang tertinggal.
2. Ketergantungan pada Teknologi
AI bisa membantu mulai dari membuat soal, menganalisis hasil belajar siswa, hingga memberi rekomendasi materi. Tapi ada risiko menjadi “ketergantungan“. Guru bisa kehilangan intuisi pengajarannya, siswa bisa terlalu mengandalkan mesin, bukan berpikir mandiri. Pendidikan bukan hanya soal jawaban cepat, tapi juga proses berpikir yang dalam.
3. Peran Guru yang Berubah
Guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu. Dengan satu klik, siswa bisa belajar dari video, artikel, hingga AI tutor. Lalu, di mana posisi guru?
Di sinilah tantangannya “guru kini harus menjadi fasilitator, mentor, dan pendamping proses belajar“, bukan hanya penyampai materi. Ini bukan hal mudah, karena banyak guru yang perlu penyesuaian baik dari sisi kompetensi digital maupun cara pandang terhadap peran mereka.
4. Etika dan Keamanan Data
Banyak aplikasi pendidikan dan sistem AI mengumpulkan data siswa: nilai, kebiasaan belajar, bahkan emosi saat belajar. Jika tidak dijaga dengan baik, data ini bisa disalahgunakan. Lebih dari itu, siapa yang mengontrol AI? Apakah algoritma yang digunakan adil, tidak bias, dan mempertimbangkan keberagaman budaya serta konteks lokal?
Etika digital harus menjadi bagian dari kurikulum dan kesadaran semua pemangku kepentingan di dunia pendidikan.
5. Pergeseran Nilai dalam Pendidikan
Teknologi bisa mengajarkan rumus matematika atau sejarah dunia. Tapi apakah teknologi bisa mengajarkan empati? kepedulian? kejujuran?
Pendidikan sejatinya membentuk manusia seutuhnya, bukan hanya cerdas secara kognitif, tapi juga matang secara emosional dan sosial. AI belum mampu menggantikan sentuhan kemanusiaan dan mungkin memang tidak seharusnya.
Lalu, ke mana arah kita?
Tantangan-tantangan ini bukan untuk ditakuti, tapi untuk dijadikan titik tolak. Dunia pendidikan harus bertransformasi, bukan sekadar mengadopsi teknologi, tapi mengarahkan teknologi untuk melayani nilai-nilai pendidikan.
Kita butuh:
Kebijakan yang adaptif dan berpihak pada pemerataan akses.
Pelatihan guru yang relevan dan berkelanjutan.
Kesadaran etis dalam penggunaan teknologi.
Kurikulum yang tetap menempatkan kemanusiaan di pusatnya.
Pendidikan bukan hanya tentang mempersiapkan siswa menghadapi masa depan, tapi juga membentuk masa depan itu sendiri. Dan masa depan yang baik selalu dimulai dari manusia bukan dari mesin.
Dengan penuh rasa bangga, kami menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas PGRI Yogyakarta atas keberhasilan meraih Akreditasi “Baik Sekali” berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 2181/SK/BAN-PT/Ak.KP/PT/V/2025.
Capaian ini merupakan wujud nyata dari dedikasi dan kerja keras seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing. Semoga pencapaian ini menjadi pijakan untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa dan dunia pendidikan Indonesia.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMP Akuntansi), Fakultas Bisnis dan Hukum, Universitas PGRI Yogyakarta, telah sukses menyelenggarakan kegiatan futsal antar pengurus dan anggota pada Sabtu, 12 April 2025. Bertempat di Dolano Futsal, acara ini mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta dan menjadi ajang kebersamaan yang hangat di tengah padatnya rutinitas akademik dan organisasi.
Kegiatan ini dirancang sebagai sarana interaksi santai dan informal yang melibatkan seluruh elemen dalam himpunan. Tujuannya adalah mempererat hubungan antar pengurus dan anggota, serta meningkatkan kerjasama, komunikasi, dan kekompakan tim yang merupakan nilai-nilai penting dalam menjalankan roda organisasi mahasiswa.
Semangat sportivitas yang tampak selama pertandingan mencerminkan prinsip kebersamaan dan solidaritas yang menjadi fondasi utama kegiatan kemahasiswaan. “Lebih dari sekadar olahraga, futsal menjadi wadah untuk memperkuat chemistry antartim, sekaligus melatih strategi dan kepemimpinan dalam situasi kompetitif namun menyenangkan,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga berperan sebagai ajang refreshing yang penting di tengah tekanan perkuliahan dan tanggung jawab organisasi. Momen seperti ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan mental dan fisik mahasiswa, sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif.
HMP Akuntansi berharap kegiatan futsal ini dapat menjadi agenda rutin yang memberikan dampak positif secara menyeluruh, baik dalam aspek kesehatan, solidaritas, maupun keberlanjutan kinerja organisasi.
Yogyakarta – Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengelolaan arsip di lingkungan perguruan tinggi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kearsipan pada hari Rabu, 7 Mei 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola administrasi dan akuntabilitas lembaga melalui sistem kearsipan yang tertib, efektif, dan sesuai dengan standar nasional.
Bertempat di Ruang Sidang Utama, acara ini diikuti oleh 58 perwakilan pengelola arsip di lingkungan perguruan tinggi swasta dan tim pengelola arsip internal LLDIKTI Wilayah V. Dalam sambutannya, kepala LLDIKTI Wilayah V menyampaikan bahwa arsip merupakan bagian fundamental dalam manajemen kelembagaan yang berperan penting sebagai sumber informasi, bahan akuntabilitas, serta landasan pengambilan keputusan yang tepat.
“Arsip bukan sekadar dokumen lama yang disimpan, melainkan aset penting yang menjadi bukti sah kegiatan lembaga serta mendukung keberlangsungan administrasi dan layanan publik. Oleh karena itu, pengelolaan arsip harus dilakukan secara profesional dan berkelanjutan,” tegas Setyabudi.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama ‘Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip’ yang sebelumnya telah dideklarasikan dalam forum resmi, sebagai wujud kepedulian bersama terhadap pentingnya pengelolaan arsip yang akuntabel dan tertib di lingkungan pendidikan tinggi. LLDIKTI Wilayah V secara aktif mendukung upaya nasional tersebut dengan terus memberikan pendampingan dan pelatihan kepada satuan kerja di wilayah kerjanya.
Materi bimtek disampaikan oleh narasumber Arsiparis Ahli Madya Ibu Djuwita Sari beserta Ibu Rochkomalawati dari Kemendiktisaintek, mencakup berbagai topik penting, antara lain Prinsip dasar dan regulasi kearsipan, klasifikasi arsip dinamis dan statis, strategi digitalisasi arsip, Implementasi sistem informasi kearsipan berbasis teknologi, Praktik langsung penataan dan penyimpanan arsip sesuai standar.
Peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan melakukan simulasi penataan arsip aktif dan inaktif, serta strategi pelestarian arsip dalam bentuk digital.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari peserta yang menyadari pentingnya sistem kearsipan yang handal dalam mendukung operasional dan tata kelola kampus. Selain itu, bimtek ini diharapkan dapat mendorong seluruh satuan kerja di perguruan tinggi untuk menerapkan pengelolaan arsip secara tertib, efisien, dan sesuai dengan kaidah kearsipan nasional.
Melalui kegiatan ini, LLDIKTI menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi perguruan tinggi dalam membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel, salah satunya melalui penguatan sistem kearsipan yang menjadi fondasi penting dalam keberlangsungan institusi pendidikan tinggi.
Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengambil langkah strategis melalui kerja sama internasional dengan Celebrity Fitness, sebuah brand kebugaran terkemuka di Asia. Kolaborasi ini resmi diluncurkan dalam sebuah acara yang digelar pada Selasa, 29 April 2025, bertempat di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta.
Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas lulusan IKOR UPY sekaligus membuka jalan bagi mereka dalam mengakses peluang kerja yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan sinergi ini, IKOR UPY berharap dapat menghadirkan pendekatan pendidikan keolahragaan yang lebih aplikatif, sesuai dengan kebutuhan industri kebugaran global.
“Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata komitmen kami dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap kerja, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi di dunia industri,” ujar Bimo Alexander, M.Or., AIFMO-P, Kaprodi Ikor UPY.
Melalui kerja sama ini, mahasiswa akan mendapatkan akses pelatihan dari praktisi industri kebugaran profesional, peluang magang, serta potensi rekrutmen langsung oleh Celebrity Fitness. Program-program pelengkap seperti workshop, sertifikasi kebugaran, dan kegiatan coaching klinis juga menjadi bagian dari agenda penguatan kurikulum berbasis industri.
Dengan terjalinnya kolaborasi ini, IKOR UPY semakin mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan dunia kerja serta berorientasi pada kualitas dan relevansi lulusan.