Kategori: Berita Utama

  • Momentum Silaturahmi: SLB se-Kabupaten Bantul Syawalan di UPY

    Momentum Silaturahmi: SLB se-Kabupaten Bantul Syawalan di UPY

    Bantul, 16 April 2025 — Guru dan karyawan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Bantul menggelar acara syawalan bersama di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) pada Rabu, 16 April 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi serta memperkuat semangat bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di wilayah Bantul.

    Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III UPY bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, Ketua MKKS Kabupaten Bantul, Krisdi Suharwanto, S.Pd, serta perwakilan dari Dinas Dikpora DIY, Dr. Wiji Suparno, S.Pd., M.Phil.

    Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Suyanto, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara syawalan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir serta apresiasi kepada UPY atas dukungan dan fasilitas tempat yang diberikan.

    Wakil Rektor III UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan dan menyampaikan permohonan maaf dari Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, yang berhalangan hadir karena tugas dinas. Dalam sambutannya, Dr. Septian Aji menekankan pentingnya acara syawalan sebagai momen untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kinerja dalam mendidik generasi penerus bangsa secara ikhlas dan berkelanjutan.

    Senada dengan hal tersebut, Dr. Wiji Suparno, S.Pd., M.Phil. dari Dinas Dikpora DIY, menegaskan bahwa syawalan adalah sarana penting untuk mempererat persaudaraan antar tenaga pendidik serta sebagai refleksi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Bantul.

    Acara syawalan juga diisi dengan berbagai kegiatan hiburan seperti penampilan hadroh dari SLBN 1 Bantul serta persembahan lagu-lagu islami. Tausiyah dengan tema Hikmah Syawalan disampaikan oleh Abdullah Sunomo, M.Pd, yang memberikan pesan-pesan spiritual dan motivasi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

    Semangat kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus dipelihara dan menjadi fondasi kuat bagi para guru dan karyawan SLB se-Kabupaten Bantul dalam menjalankan tugas mulianya. Syawalan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan juga manifestasi dari komitmen untuk tetap solid dan saling mendukung demi kemajuan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

  • Selamat Hari Kartini 21 April 2025 – Untuk Perempuan-perempuan Hebat Indonesia

    Selamat Hari Kartini 21 April 2025 – Untuk Perempuan-perempuan Hebat Indonesia

    Selamat Hari Kartini 2025! Pada hari yang penuh makna ini, kita merayakan perjuangan R.A. Kartini, sosok yang menginspirasi gerakan emansipasi perempuan di Indonesia. Hari ini, kita menghormati para perempuan hebat di seluruh penjuru negeri yang terus berjuang untuk kesetaraan, pendidikan, dan kesempatan yang setara bagi semua.

    Kepada setiap perempuan Indonesia yang terus berkarya, berinovasi, dan memberi dampak positif, kami menghargai setiap langkah perjuangan Anda. Semangat Kartini yang telah membakar api perubahan, mendorong kita untuk terus maju dan tak kenal lelah dalam mewujudkan impian, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dunia profesional.

    Mari bersama-sama kita teruskan semangat Kartini untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, memberi ruang bagi suara perempuan untuk didengar, dan membuka lebih banyak peluang untuk generasi perempuan berikutnya.

    Untuk perempuan-perempuan hebat Indonesia, Anda adalah sumber inspirasi dan kekuatan bangsa. Semoga keberanian, cinta, dan semangat Anda terus menyinari jalan menuju masa depan yang lebih adil dan sejahtera bagi semua. Perempuan, Bahagiakan Dirimu!

  • Selamat merayakan Hari Paskah 2025!

    Selamat merayakan Hari Paskah 2025!

    Pada hari yang penuh sukacita ini, kita merayakan kebangkitan Kristus, yang membawa kehidupan baru bagi seluruh umat manusia. Paskah adalah simbol kemenangan atas maut, pengharapan yang tidak pernah pudar, dan kasih yang melampaui segala sesuatu.

    Semoga semangat kebangkitan Kristus menginspirasi kita untuk terus hidup dalam kasih, damai, dan pengharapan yang tak tergoyahkan. Mari kita renungkan makna sejati dari Paskah, memperkuat iman kita, dan menyebarkan cinta kasih kepada sesama di sekitar kita.

    Selamat Hari Paskah! Semoga damai dan sukacita kebangkitan Kristus selalu menyertai kita, sekarang dan selamanya.

  • Memperingati Jumat Agung

    Memperingati Jumat Agung

    Pada hari yang penuh makna ini, kita bersama-sama memperingati Jumat Agung, sebuah peristiwa yang mengingatkan kita akan pengorbanan terbesar yang dilakukan oleh Yesus Kristus untuk keselamatan umat manusia. Hari ini, kita merenungkan kasih yang luar biasa, pengorbanan yang tak terhingga, dan pengampunan yang diberikan tanpa syarat.

    Semoga peringatan Jumat Agung ini menginspirasi kita untuk memperdalam iman, hidup dalam kasih, dan selalu mengedepankan pengorbanan bagi kebaikan sesama. Mari kita renungkan makna sejati dari pengorbanan ini dan biarkan terang-Nya menyinari langkah-langkah hidup kita, membawa kedamaian dan harapan baru.

    Selamat merayakan Jumat Agung. Semoga cinta dan pengorbanan-Nya membawa kedamaian di hati kita semua.

  • Pendidikan di Era Teknologi: Antara Kecanggihan dan Sentuhan Manusia

    Pendidikan di Era Teknologi: Antara Kecanggihan dan Sentuhan Manusia

    Kita hidup di zaman yang serba cepat. Teknologi berkembang nyaris tanpa jeda. Apa yang hari ini terasa baru, bisa jadi besok sudah usang. Dan salah satu dunia yang paling terdampak oleh kemajuan ini adalah dunia pendidikan.

    Kalau dulu belajar itu identik dengan duduk di kelas, mencatat di buku, dan mendengarkan guru di depan papan tulis, sekarang semuanya sudah berubah. Belajar bisa dilakukan dari mana saja—di rumah, di taman, bahkan sambil menunggu bus. Cukup dengan koneksi internet dan gadget, dunia ilmu pengetahuan terbuka lebar.

    Belajar Jadi Lebih Fleksibel

    Dengan hadirnya berbagai platform belajar online, pelajaran sekolah bukan satu-satunya sumber ilmu. YouTube, podcast edukasi, aplikasi interaktif, sampai AI seperti ChatGPT pun ikut membantu siswa belajar lebih menyenangkan. Jadwal belajar bisa diatur sendiri, materi bisa diulang-ulang sampai paham, dan belajar pun bisa sesuai gaya masing-masing.

    Bagi banyak siswa, ini adalah angin segar. Apalagi untuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota, akses internet dan teknologi bisa menjadi jembatan menuju kualitas pendidikan yang lebih baik.

    Tapi, Apakah Semuanya Jadi Lebih Mudah?

    Teknologi memang membawa banyak kemudahan. Tapi bukan berarti semuanya otomatis jadi lebih baik. Masih banyak tantangan yang dihadapi. Tidak semua siswa punya perangkat memadai atau koneksi internet yang stabil. Tidak semua guru juga terbiasa mengajar dengan metode digital.

    Di sinilah pentingnya pendampingan. Teknologi hebat, tapi tetap perlu manusia di baliknya. Guru tetap memegang peran penting, bukan hanya sebagai penyampai materi, tapi juga sebagai pembimbing, motivator, bahkan teman curhat bagi siswa.

    Sentuhan Manusia Tetap Dibutuhkan

    Teknologi tidak menggantikan peran guru—teknologi justru memperkuat peran mereka. Dengan bantuan alat digital, guru bisa lebih memahami kebutuhan tiap siswa. Bisa memberi tugas yang sesuai kemampuan. Bisa memberi perhatian lebih kepada siswa yang kesulitan.

    Pendidikan bukan hanya soal angka, nilai, dan ujian. Tapi juga tentang membentuk karakter, empati, rasa ingin tahu, dan semangat untuk terus belajar. Dan hal-hal itu hanya bisa tumbuh dengan interaksi manusia yang hangat.

    Kolaborasi Jadi Kunci

    Supaya pendidikan di era teknologi ini bisa berjalan maksimal, perlu kerja sama dari semua pihak: guru, siswa, orang tua, pemerintah, bahkan sektor swasta. Semua punya peran masing-masing dalam menciptakan ekosistem belajar yang sehat dan inklusif.

    Karena pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Yang menentukan hasilnya adalah bagaimana kita menggunakannya.

    Di tengah dunia yang makin canggih, mari jangan lupa jadi manusia yang peduli. Pendidikan bukan hanya tentang menjadi pintar, tapi juga menjadi bijak. Dan teknologi, kalau dipakai dengan hati, bisa jadi sahabat terbaik dalam perjalanan belajar itu.

  • LLDIKTI Wilayah V Gelar Sosialisasi Penilaian Maturitas PDDIKTI untuk Dorong Penguatan Tata Kelola Data Perguruan Tinggi

    LLDIKTI Wilayah V Gelar Sosialisasi Penilaian Maturitas PDDIKTI untuk Dorong Penguatan Tata Kelola Data Perguruan Tinggi

    Untuk mendukung peningkatan kualitas pengelolaan data di perguruan tinggi swasta, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V menggelar kegiatan sosialisasi implementasi sistem penilaian maturitas pengelolaan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), pada Jumat (11/04) di Ruang Sidang Utama LLDIKTI Wilayah V.

    Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Setyabudi menekankan pentingnya data yang akurat dan terpercaya dalam mendukung tata kelola pendidikan tinggi yang baik.

    “Ketepatan dan integritas data merupakan landasan utama dalam kebijakan pendidikan tinggi. Sistem penilaian maturitas ini menjadi instrumen penting untuk melihat sejauh mana perguruan tinggi mampu mengelola data secara strategis dan berkelanjutan,” jelasnya.

    Acara yang berlangsung dinamis ini dipandu oleh Virdiana Sriviana, S.Kom., dan menghadirkan dua narasumber dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek: Franova Herdiyanto dan Abdul Naser Rafi’I Attamimi.

    Dalam paparannya, Franova menjelaskan tentang kerangka kerja sistem penilaian maturitas—termasuk indikator-indikator utama yang menjadi acuan dalam menilai sejauh mana kampus mampu mengelola data PDDIKTI dengan baik. Ia menekankan bahwa sistem ini hadir bukan hanya untuk memenuhi kewajiban pelaporan, tetapi juga untuk mendorong terciptanya budaya data yang akuntabel.

    Sementara itu, Abdul Naser lebih banyak membahas hal-hal teknis di lapangan, termasuk tantangan yang sering dihadapi operator data di perguruan tinggi. Ia juga membagikan solusi praktis dan mendorong sinergi yang kuat antara pimpinan dan tim pengelola data agar kualitas pengelolaan terus meningkat.

    Sesi diskusi berjalan aktif dan interaktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan seputar pengisian indikator, strategi peningkatan level maturitas, hingga teknis pelaporan. Kedua narasumber pun memberikan jawaban yang aplikatif dan membangun.

    Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah V berharap perguruan tinggi di wilayahnya dapat mulai melakukan evaluasi diri dan perbaikan secara berkelanjutan dalam pengelolaan data. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses akreditasi program studi maupun institusi, berbasis pada data yang valid dan terpercaya.

    sumber: https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/sosialisasi-implementasi-sistem-penilaian-maturitas-pengelolaan-pddikti

  • “AI Makin Canggih, Kita Harus Ngapain Nih?”

    “AI Makin Canggih, Kita Harus Ngapain Nih?”

    Halo sobat digital! 👋
    Pernah nggak sih kamu ngerasa tiba-tiba semua jadi serba otomatis? Mulai dari beli kopi, edit foto, sampai cari ide tugas kuliah—tinggal ketik, klik, jadi. Yap, itulah kehadiran Artificial Intelligence (AI) yang makin hari makin pinter aja.

    Tapi… di tengah semua kecanggihan ini, ada satu pertanyaan besar:
    “Kita sebagai manusia harus siapin apa, nih?”

    Tenang, kamu nggak sendiri. Yuk, kita ngobrol santai tentang hal-hal yang bisa mulai kamu siapkan dari sekarang, biar nggak ketinggalan zaman (dan nggak digeser robot kerjaannya 🤖).

    1. Upgrade Skill, Jangan Cuma Scroll!

    AI itu keren, tapi dia butuh partner: manusia yang cerdas. Jadi, yuk mulai upgrade skill!

    • Belajar teknologi dasar AI (nggak perlu jadi programmer kok, cukup paham konsep dasarnya aja).
    • Pelajari data literacy — bisa baca data, analisis dikit-dikit.
    • Dan yang penting: soft skill kayak critical thinking, komunikasi, dan empati—hal-hal yang (untungnya) belum bisa digantikan AI.

    “Belajar AI bukan berarti kamu harus bisa bikin robot. Cukup tahu cara ngobrol sama robotnya aja udah keren.”

    2. Jadi Pengguna yang Bijak

    AI itu alat. Seperti pisau dapur, bisa dipakai masak atau… yah, hal lain yang serem 😅
    Maka dari itu, kita harus bijak:

    • Jangan asal percaya hasil AI. Tetap verifikasi, apalagi buat berita atau informasi penting.
    • Gunakan AI buat hal positif: belajar, kerja, berkarya.
    • Pahami etika digital: jaga privasi, jangan nyontek pake AI yaa.

    3. Bangun Mindset ‘Belajar Seumur Hidup’

    AI akan terus berkembang, dan jujur aja: nggak akan berhenti.
    Kalau kita berhenti belajar, ya… siap-siap jadi “generasi terhempas algoritma.”

    Mulai dari hal kecil aja:

    • Ikut webinar gratis.
    • Baca artikel teknologi seminggu sekali.
    • Nonton video edukasi pas lagi santai.

    “Selama kamu masih mau belajar, kamu nggak akan ketinggalan.”

    4. Kolaborasi, Bukan Kompetisi

    AI bukan saingan, tapi partner. Kita yang ngatur dia, bukan dia yang ngatur kita.

    • AI bantu kerja jadi lebih cepat.
    • Kita tetap jadi penentu arah, pengambil keputusan, dan yang punya rasa.

    Maka dari itu, yuk kerja bareng AI. Gunakan buat bantu riset, desain, bikin konten, atau bantu jualan online. AI itu asisten, bukan bos 😁

    5. Pahami Dampak Sosial dan Siapkan Diri

    Perkembangan AI juga bisa mengubah cara kerja, dunia pendidikan, sampai pola pikir masyarakat. Kita perlu peka:

    • Siapin mental kalau beberapa pekerjaan akan berubah bentuk.
    • Siapin adaptasi kalau sistem belajar makin digital.
    • Dan yang penting: tetep jadi manusia yang peduli sama manusia lain.

    AI Itu Hebat, Tapi Kita Lebih Hebat!

    AI mungkin bisa ngalahin kita dalam hitung-hitungan atau analisis data,
    Tapi dalam hal hati, empati, dan kreativitas?
    Kita masih juaranya. 🏆

    Jadi yuk, kita sambut perkembangan AI dengan tangan terbuka—bukan dengan takut-takut.
    Mulai belajar, adaptasi, dan tetap jadi versi terbaik dari diri kita,
    Karena masa depan bukan soal teknologi semata,
    Tapi soal bagaimana kita, manusia, menggunakannya dengan bijak.

  • HMP PGSD UPY Sukses Gelar Seminar Nasional: Dorong Pendidikan Inklusif dan Berkarakter Pancasila untuk Generasi Masa Depan

    HMP PGSD UPY Sukses Gelar Seminar Nasional: Dorong Pendidikan Inklusif dan Berkarakter Pancasila untuk Generasi Masa Depan

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMP PGSD) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Membangun Sistem Pendidikan yang Inklusif dan Berkarakter Pancasila untuk Generasi Masa Depan” pada Kamis, 13 Maret 2025 di Auditorium Kampus 1 UPY.

    Acara ini dihadiri oleh lebih dari 600 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa PGSD, serta akademisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Seminar ini juga mencakup sesi call for papers yang turut memperkaya diskusi akademik tentang pendidikan dasar di Indonesia.

    Sejumlah narasumber terkemuka di bidang pendidikan dasar turut hadir dan berbagi wawasan, antara lain:

    • Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.Si. – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
    • Dr. Bayu Pamungkas, S.Pd., M.Pd. – Dosen Universitas Negeri Yogyakarta
    • Dr. Ari Wibowo, M.Pd. – Dosen Universitas PGRI Yogyakarta
    • Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd. – Dosen Universitas PGRI Yogyakarta

    Para narasumber menekankan pentingnya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai Pancasila guna mencetak generasi bangsa yang tangguh, cerdas, dan berkarakter.

    Dalam sambutannya, Via Naila Putri selaku Ketua Panitia menyampaikan, “Seminar ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang bagaimana membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkarakter Pancasila untuk generasi masa depan. Kami berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran pendidikan inklusif dan nilai-nilai kebangsaan dalam proses pembelajaran.”

    Senada dengan itu, Dr. Danuri, M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGSD UPY, juga menegaskan bahwa seminar ini tidak hanya menyasar mahasiswa, namun juga menjadi ruang dialog untuk dosen, praktisi, dan masyarakat umum dalam memahami pentingnya penerapan pendidikan inklusif dan berkarakter Pancasila di seluruh jenjang pendidikan.

    Kegiatan ini semakin semarak dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Antusiasme peserta terlihat jelas dari beragam pertanyaan serta gagasan inovatif yang muncul selama sesi berlangsung.

    Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, HMP PGSD UPY menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang akademik yang mendukung pertukaran ilmu dan gagasan demi kemajuan pendidikan nasional. Harapannya, kegiatan serupa akan terus menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.

  • Syawalan dan Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas PGRI Yogyakarta: Menyatukan Langkah Menuju UPY APIK dan Unggul

    Syawalan dan Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas PGRI Yogyakarta: Menyatukan Langkah Menuju UPY APIK dan Unggul

    Yogyakarta, 10 April 2025 — Dalam suasana penuh kehangatan pasca Idulfitri 1446 H, keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar acara Syawalan dan Halal Bihalal pada Kamis, 10 April 2025, bertempat di Auditorium UPY. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen dan karyawan, serta jajaran pimpinan universitas.

    Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., hadir bersama jajaran pimpinan universitas, turut hadir pula Ketua Yayasan YP UPY, Drs. John Sabari, M.Si., beserta jajaran, serta Ketua Pembina YP UPY, Armansyah Prasakti, S.H., SPn., M.H.

    Dengan mengusung tema “Bersatu dalam Keikhlasan, dengan Iman dan Taqwa Melangkah Bersama Menuju UPY Apik dan Unggul”, acara ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan semangat kebersamaan antar sivitas akademika UPY.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY menegaskan pentingnya momen halal bihalal sebagai sarana mempererat tali persaudaraan dan membangun harmoni di lingkungan kerja.

    “Kami atas nama pimpinan universitas di dalam kesempatan yang berbahagia ini mengucapkan maaf jika dalam pergaulan ataupun pekerjaan ada tutur kata yang menyinggung perasaan, tindakan yang kurang berkenan baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” ujar Prof. Paiman.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas kekompakan dan kerja sama yang telah terjalin dalam suasana kekeluargaan. Menurutnya, tradisi ini merupakan bentuk nyata dari semangat kembali ke fitrah dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

    “Dengan pertemuan hari ini, kita bisa menapak ke depan untuk kemajuan UPY dengan mempererat tali persaudaraan untuk mewujudkan UPY APIK dan Unggul,” tambahnya.

    Acara turut diisi dengan tausiyah oleh H. Bambang Bimo Suryono atau yang akrab disapa Kak Bimo, pendiri Asosiasi Pencerita Muslim Indonesia. Dalam tausiyahnya, Kak Bimo mengajak seluruh hadirin untuk menumbuhkan keikhlasan dalam setiap langkah dan terus menanamkan nilai-nilai iman dan takwa dalam kehidupan sehari-hari.

    Melalui kegiatan ini, Universitas PGRI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus membangun lingkungan akademik yang harmonis, religius, dan profesional dalam semangat kebersamaan menuju UPY yang APIK dan Unggul.

  • PGRI Cabang Kasihan Gelar Syawalan Akbar di Universitas PGRI Yogyakarta

    PGRI Cabang Kasihan Gelar Syawalan Akbar di Universitas PGRI Yogyakarta

    Bantul, 9 April 2025 – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan Syawalan Akbar sebagai wujud silaturahmi pasca Idulfitri sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota, bertempat di Gedung Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) pada Rabu (9/4). Acara ini dihadiri oleh para guru dari seluruh wilayah Kecamatan Kasihan, mencerminkan semangat kekeluargaan dan kolaborasi di lingkungan pendidikan.

    Acara dibuka dengan penampilan kreatif dari siswa-siswi sekolah dasar, yakni persembahan lagu oleh SDN Karangjati dan tarian tradisional dari SDN Sonosewu, yang memberikan nuansa kebersamaan dan keceriaan sejak awal kegiatan.

    Beberapa tokoh penting hadir dan memberikan sambutan, antara lain:

    • Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UPY sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini.
    • Ketua PGRI Kabupaten Bantul, Totok Sudarto, M.Pd.
    • Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul yang diwakili oleh Kabid PTK, Rr. Nurul Adiati Hardjono Siwi, SIP., M.Eng.

    Sebagai inti acara, tausiyah bertema “Hikmah Syawalan” disampaikan oleh Ustadz DR. dr. Probosuseno, SpPD, KGer, FINASIM, SE, MM, AIFO-K, yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Syawal sebagai penguat keikhlasan, sinergi, dan semangat pelayanan dalam dunia pendidikan.

    Syawalan ini menjadi refleksi kebersamaan, solidaritas, dan komitmen untuk terus bergerak maju bersama dalam dunia pendidikan. Diharapkan semangat kebersamaan dan kolaborasi ini terus terjaga dalam langkah bersama membangun pendidikan yang lebih baik.

    Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh kehangatan, dan semangat positif, menunjukkan betapa pentingnya ruang temu dan silaturahmi dalam memperkuat ekosistem pendidikan di tingkat lokal.